Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Universitas Darunnajah Ambil Peran dalam Suksesnya Darunnajah Silat Championship Perdana

Serang – Program Studi Bisnis Digital Universitas Darunnajah turut berkontribusi aktif dalam mendukung pelaksanaan Darunnajah Silat Championship (DSC) perdana yang dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Darunnajah pada Ahad, 27 Juli 2025, di Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14, Serang, Banten.

DSC merupakan ajang perdana kompetisi seni bela diri Tapak Suci yang diadakan oleh Pondok Pesantren Darunnajah, dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai tingkat pendidikan, mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Ajang ini menjadi momentum awal dalam menyatukan insan pencak silat di lingkungan Darunnajah dan mempererat ukhuwah antar pelajar.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Darunnajah menekankan bahwa pencak silat tidak hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, mental tangguh, serta nilai-nilai sportivitas yang sangat dibutuhkan oleh generasi muda.

Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital mengambil bagian penting di balik layar, khususnya dalam bidang dokumentasi, publikasi media sosial, dan produksi konten digital. Mereka terlibat dalam perencanaan strategi komunikasi, desain promosi, hingga analisis jangkauan media daring pasca-acara. “Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa belajar langsung bagaimana membangun personal dan event branding secara digital, yang menjadi keterampilan inti dalam dunia bisnis saat ini,” ujar salah satu dosen Prodi Bisnis Digital.

Universitas Darunnajah juga mengirimkan kontingen silat terbaik dari kalangan mahasiswa, sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan non-akademik. Kolaborasi antara kekuatan fisik dan kecakapan digital menjadi nilai tambah yang mencerminkan semangat pendidikan menyeluruh.  DSC 2025 menjadi ruang aktualisasi keterampilan mahasiswa dalam menghadirkan solusi kreatif di era digital, serta membangun citra positif institusi melalui pendekatan teknologi dan media.

Melalui keterlibatan Prodi Bisnis Digital, DSC tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga contoh bagaimana event-event pesantren dapat dikemas secara profesional dan digital-friendly. Ini sejalan dengan misi prodi untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan mampu membaca peluang di tengah perkembangan dunia digital yang terus berubah.

Bagikan:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *