Integrasikan Nilai Spiritual dalam Industri Modern, Mahasiswa Bisnis Digital Ikuti Majelis Fajar Pesma Bersama Ustadz Suwaryo

Jakarta, 20 Mei 2026 — Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti pelaksanaan Majelis Fajar Pesantren Mahasiswa (Pesma) yang digelar pada Selasa pagi (19/5/2026). Kegiatan spiritual rutin ini terasa berbeda dengan kehadiran puluhan mahasiswa dari program studi Bisnis Digital yang memadati ruang utama majelis.

Kajian subuh kali ini menghadirkan pembicara utama, Al-Ustadz Suwaryo Ngatmosuwito, M.M., yang mengupas tuntas tema mengenai tantangan, etika, dan integrasi nilai-nilai Islam dalam ekosistem bisnis modern di era digital.

Menyelaraskan Algoritma dan Akidah

Acara dimulai tepat setelah salat Subuh berjamaah. Mengingat latar belakang audiens yang didominasi oleh calon technopreneur, Al-Ustadz Suwaryo dalam ceramahnya menekankan bahwa kemajuan teknologi dan kecanggihan strategi bisnis harus tetap berjalan beriringan dengan fondasi spiritual yang kokoh.

Beliau yang juga menyandang gelar Magister Manajemen (M.M.) menggarisbawahi bahwa dunia digital yang serba cepat seringkali menjebak pelaku bisnis dalam pragmatisme. Oleh karena itu, benteng moral dan pemahaman agama menjadi navigasi yang krusial.

“Teknologi dan algoritma hanyalah alat, sedangkan iman dan etika adalah kemudinya. Sebagai mahasiswa Bisnis Digital, kalian tidak hanya dituntut untuk menciptakan platform yang viral atau menghasilkan profit melimpah, tetapi bagaimana bisnis tersebut mampu membawa kemaslahatan dan keberkahan bagi masyarakat luas,” ujar Al-Ustadz Suwaryo di hadapan para jamaah.

Poin Penting Kajian Fajar

Dalam pemaparannya, Al-Ustadz Suwaryo menjabarkan beberapa poin esensial yang harus dipegang teguh oleh para mahasiswa Bisnis Digital dalam merintis karier maupun usaha:

  • Kejujuran Digital (Amanah): Menjaga transparansi dalam transaksi e-commerce, menghindari manipulasi data penjualan, serta menjauhi segala bentuk penipuan digital (tadlis).

  • Keberkahan Rezeki: Mengingatkan bahwa kesuksesan sebuah startup bukan hanya dilihat dari nilai valuasi, melainkan dari seberapa besar dampaknya dalam membuka lapangan kerja dan kemudahan bagi sesama.

  • Pemanfaatan Waktu Fajar: Menjadikan momentum setelah Subuh sebagai waktu terbaik untuk berpikir kreatif, menyusun strategi, dan menjemput rezeki yang berkah.

Antusiasme Mahasiswa

Para mahasiswa Bisnis Digital tampak sangat antusias menyimak materi yang disampaikan. Kombinasi ilmu agama dan wawasan manajemen yang dibawakan oleh Ustadz Suwaryo dinilai sangat relevan dengan dinamika perkuliahan dan proyek bisnis yang sedang mereka rintis.

Kajian Majelis Fajar Pesma ini kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, doa bersama, dan ramah tamah. Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa mampu tumbuh menjadi inovator digital masa depan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi.

Bagikan:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *