Jakarta, 27 Januari 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi lulusan dengan kebutuhan industri, Program Studi Bisnis Digital sukses menyelenggarakan acara Sharing Session dan Review Kurikulum pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Bertempat di Universitas Darunnajah, acara ini menghadirkan pakar pendidikan terkemuka, Prof. Dr. H. Abuddin Nata, M.A., sebagai narasumber utama. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini mengusung tema strategis “Membangun Budaya Lembaga yang Unggul dan Inovatif (Development of Great and Innovative Corporate Culture).”
Dalam pemaparannya, Prof. Abuddin Nata menekankan bahwa keunggulan sebuah program studi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang diadopsi, melainkan juga oleh budaya lembaga yang melandasinya. Beliau menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai integritas, disiplin, dan inovasi ke dalam kurikulum Bisnis Digital agar dapat mencetak lulusan yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
“Budaya lembaga yang unggul adalah fondasi dari inovasi. Di era disrupsi digital, kurikulum harus dinamis, namun nilai dasar lembaga harus tetap kokoh,” ujar Prof. Abuddin di sela-sela sesi diskusi.

Antusiasme Civitas Academica
Acara ini dihadiri oleh jajaran dosen dan pengelola Program Studi Bisnis Digital. Suasana di ruang Baitunnadwah Universitas Darunnajah terasa hidup dengan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta yang antusias menggali lebih dalam mengenai implementasi budaya inovatif dalam kurikulum dan operasional prodi sehari-hari.
Kaprodi Bisnis Digital Rahman Saktiawan R. Kalake, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret prodi untuk terus berbenah. “Ilmu dan wawasan yang disampaikan oleh Prof. Abuddin menjadi energi baru bagi kami untuk mengakselerasi visi prodi menjadi lembaga yang tidak hanya mencetak lulusan cakap digital, tetapi juga berkarakter unggul,” ungkapnya.
Agenda Sharing Session dan review kurikulum ini juga menjadi momen penting bagi para dosen dan staf akademik untuk mengevaluasi mata kuliah yang ada, memastikan keselarasan dengan tren bisnis digital masa kini, serta memperkuat atmosfer akademik yang kondusif.




