JAKARTA – Pada tanggal 30 januarai 2026, Program Studi Bisnis Digital Universitas Darunnajah melalui Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengambil langkah strategis dalam menjawab tantangan sosial di era transformasi teknologi. Fokus pengabdian kali ini menyasar isu krusial mengenai ketahanan keluarga di ruang siber melalui Seminar KKN bertajuk “Ibu Cerdas Digital: Melindungi Keluarga di Era Digital”.
Kegiatan yang diselenggarakan di Yayasan Pondok Pesantren Tholius Sa’adah, Cidokom, ini menjadi manifestasi nyata dari penerapan ilmu bisnis dan teknologi dalam konteks pemberdayaan masyarakat.
Urgensi Ilmiah: Mengapa “Ibu Cerdas Digital”?
Dalam perspektif Bisnis Digital, arus informasi dan ekonomi digital tidak hanya membawa peluang, tetapi juga risiko siber yang kompleks. Isu strategis yang diangkat dalam seminar ini meliputi:
-
Literasi Media dan Keamanan Siber Keluarga: Menempatkan sosok ibu sebagai gatekeeper utama dalam memfilter konten digital bagi anak-anak di tengah gempuran algoritma.
-
Mitigasi Risiko Digital: Mengedukasi masyarakat mengenai perlindungan data pribadi dan etika berkomunikasi di platform digital.
-
Optimalisasi Teknologi untuk Kesejahteraan: Bagaimana literasi digital dapat bertransformasi dari sekadar konsumsi menjadi produktivitas yang mendukung ekonomi rumah tangga.

Menghadirkan Pakar Psikologi
Untuk membedah fenomena ini dari sudut pandang saintifik dan praktis, panitia mengundang Ustadz Rahman Saktiawan R. Kalake, M.Psi. sebagai pemateri utama. Kehadiran ahli psikologi ini bertujuan untuk memberikan pendekatan perilaku (behavioral approach) dalam menghadapi adiksi gawai dan dinamika psikososial di dunia maya.
Sinergi Akademis dan Pengabdian
Seminar ini merupakan inisiasi kolektif dari kelompok KKN Universitas Darunnajah, yang dipimpin oleh Dias Alfarizi (Ketua Kelompok 1) dan Sabrina Qotrunnada (Ketua Kelompok 3).
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa penetrasi teknologi digital di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar tetap selaras dengan nilai-nilai perlindungan keluarga,” ungkap panitia dalam keterangannya.
Kegiatan yang dilaksanakan pada akhir Januari 2026 ini diharapkan menjadi blueprint bagi Program Studi Bisnis Digital Universitas Darunnajah dalam melakukan pengabdian masyarakat yang berbasis pada isu-isu teknologi mutakhir dan kebutuhan sosiologis riil di lapangan.



