Kerja Sama Strategis Fakultas Bisnis dan TDA Entrepreneur: Sinergi Akademisi dan Praktisi di Acara Halal Bihalal 2025

Jakarta Selatan, 27 April 2025 — Suasana penuh semangat kewirausahaan dan kekeluargaan mewarnai acara Halal Bihalal TDA Jakarta Selatan yang diselenggarakan pada Minggu, 27 April 2025. Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, namun juga momentum penting dalam mempererat sinergi antara kalangan akademisi—melalui Fakultas Bisnis Universitas Darunnajah—dan praktisi bisnis dari komunitas TDA Entrepreneur.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua TDA Jakarta Selatan 8.1, Hilman Gazali, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem wirausaha yang kuat dan berdaya saing. “Kita tidak bisa tumbuh sendiri. Kolaborasi antara pelaku bisnis, komunitas, dan institusi pendidikan adalah kunci kemajuan,” ujarnya.

Selanjutnya, dilakukan penyerahan simbolis buku Belajar Ngaji kepada Yayasan Sehati, sebagai bentuk kepedulian sosial TDA Jaksel melalui program TDA Peduli.

Sesi pemaparan dibuka oleh Zakiyuddin Hafidz dari MeBiso Community Business, yang menyoroti pentingnya komunitas dalam membentuk karakter dan etos kerja entrepreneur. “MeBiso hadir sebagai wadah bagi para pelaku usaha untuk terus belajar, berbagi, dan berkembang bersama komunitas,” jelas Zakiyuddin.

Pemaparan dilanjutkan oleh perwakilan dari Universitas Darunnajah, yang menegaskan komitmen Fakultas Bisnis dalam mendukung pengembangan kewirausahaan berbasis riset dan inovasi. Dalam pemaparannya, disampaikan rencana integrasi kurikulum berbasis experiential learning dengan keterlibatan aktif komunitas bisnis seperti TDA, sebagai mitra strategis dalam pengembangan kompetensi mahasiswa.

Puncak acara diisi oleh Business Talkshow yang menghadirkan dua tokoh inspiratif: Badroni Yuzirman, Founder TDA, dan Iim Rusyamsi, Presiden TDA 1.0. Dalam diskusi yang dipandu oleh Hilman Gazali, keduanya membahas perjalanan TDA dari komunitas kecil menjadi jaringan nasional penggerak UMKM. “TDA bukan sekadar komunitas, ini adalah gerakan sosial ekonomi berbasis kolaborasi dan nilai,” kata Badroni. Iim Rusyamsi menambahkan, “Transformasi wirausaha dimulai dari mindset. Kita ingin membentuk pengusaha yang bukan hanya sukses secara bisnis, tapi juga berdampak positif bagi lingkungan sekitar.”

Acara dilanjutkan dengan sesi silaturahmi, di mana seluruh peserta membuat lingkaran untuk saling bersalaman dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Materi spiritual-motivasi dibawakan oleh Ahmad Ghozel, founder Test Dia dan Ketua Divisi Event TDA Jaksel 8.1, yang menyampaikan Magnet Rezeki, sebuah pendekatan untuk memaknai rezeki secara holistik. Ia menekankan bahwa keberlimpahan rezeki erat kaitannya dengan kebermanfaatan diri bagi orang lain.

Sesi berikutnya diisi oleh Boby Satya, Presiden Mata Sinema Indonesia dan perwakilan dari Qara’a, yang mengangkat pentingnya konten kreatif dan edukatif dalam mengembangkan narasi positif kewirausahaan.

Vina Indri, SE., M.Ak. dari Biro Sertifikasi Nasional (BSIN) turut memberikan pemaparan terkait pentingnya sertifikasi bagi UMKM agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Acara ditutup dengan sosialisasi program TDA Camp Jakarta-Depok, sebagai wadah pelatihan dan pendampingan wirausaha intensif, diikuti makan siang dan sesi networking yang mempertemukan para pelaku usaha, akademisi, dan penggiat komunitas.

Melalui acara ini, sinergi antara Fakultas Bisnis Universitas Darunnajah dan TDA Entrepreneur Community diharapkan dapat terus berkembang, mencetak lebih banyak wirausaha muda yang kompeten, adaptif, dan berintegritas.

Bagikan:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *