Jakarta, 13 Januari 2025- Pendidikan di era digital terus mengalami perubahan yang signifikan, baik dalam hal metode pengajaran maupun materi yang diajarkan. Salah satu langkah penting untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan dunia bisnis yang semakin berkembang adalah dengan memperkenalkan mereka pada konsep-konsep manajemen bisnis yang relevan di era digital. Dalam rangka mendukung hal tersebut, dosen dari Program Studi Bisnis Universitas Darunnajah Bu Anggita Nurcahyani, M.E berbagi ilmu dengan menjadi salah satu pemateri pada kegiatan Rihlah Iqtishodiyah Pondok Pesantren Darunnajah dengan Tema “Manajemen Bisnis di Era Digital” dihadapan ratusan santri tingkat akhir TMI Pondok Pesantren Darunnajah.
Dalam kesempatan tersebut, Bu Anggita menekankan pentingnya investasi pada dua aspek krusial dalam dunia bisnis digital, yakni infrastruktur digital yang memadai dan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Menurutnya, kehadiran profesional seperti digital marketer dan content creator sangat dibutuhkan dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat di dunia maya.
“Era digital memberikan banyak peluang, namun juga tantangan besar. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahami bagaimana memanfaatkan teknologi secara efektif dalam menjalankan bisnis,” ujar Bu Anggita di hadapan para siswa yang hadir. Ia juga menyampaikan bahwa bisnis di era digital memerlukan pemahaman mendalam tentang bagaimana menciptakan strategi pemasaran yang tepat dan memahami perilaku konsumen.
Dalam materi yang disampaikan, Bu Anggita memperkenalkan konsep pemasaran digital dengan pendekatan yang lebih modern. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah pola perilaku konsumen yang dijelaskan melalui konsep 4A dan 5A. Konsep 4A (Aware, Attitude, Act, dan Act Again) mengacu pada tahapan yang dilalui konsumen dalam proses pengambilan keputusan, mulai dari mengenal produk, membangun sikap positif, melakukan tindakan pembelian, hingga melakukan tindakan ulang atau repeat purchase. Sementara itu, konsep 5A (Aware, Appeal, Ask, Act, dan Advocate) lebih menekankan pada pentingnya membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen melalui tahapan yang lebih interaktif dan berbasis pada pengalaman.
Program ini diharapkan dapat memberikan wawasan berbisnis yang baik serta bekal kepada santri kelas akhir TMI (Tarbiyatul Mu’allimin/Mu’allimat al-Islamiyah) sebelum mereka menjadi alumni dan terjun langsung ke masyarakat. Dengan adanya pemahaman tentang manajemen bisnis dan pemasaran digital, para siswa diharapkan dapat lebih siap menghadapi tantangan global serta berinovasi di dunia bisnis yang semakin digital ini.





